28th June 2012

Post

Bored

I’m just bored and sick

2nd May 2012

Photo reblogged from bouncing off clouds. with 16,908 notes

define-space:

i really admire the design for these stairs and how they incorporate a wheelchair access ramp. in a world were barrier free design is essential to living a full and happy life, its amazing to see landscape architect Cornelia Oberlander has taken literal steps to design stairs AROUND a ramp, instead of the other way around.

agree!

define-space:

i really admire the design for these stairs and how they incorporate a wheelchair access ramp. in a world were barrier free design is essential to living a full and happy life, its amazing to see landscape architect Cornelia Oberlander has taken literal steps to design stairs AROUND a ramp, instead of the other way around.

agree!

Source: define-space

20th April 2012

Photo reblogged from Cross-Connect with 11,850 notes

landyscape:

erta_ale_g10437 (by volcanodiscovery)

landyscape:

erta_ale_g10437 (by volcanodiscovery)

18th April 2012

Video

18th April 2012

Video

18th April 2012

Video

ALBI BAND | Live on Jak TV (C-Music Festival 2008)

- Happy Tiara : Guitar 1

- S. Arya P    : Guitar 2

- odjie           : Bass

- Me :)         : Drumer

- Edwin         : Vocalist

17th September 2011

Post with 6 notes

PENERAPAN ARSITEKTUR NEO-KLASIK YUNANI PADA FASADE BANGUNAN MUSEUM NASIONAL JALAN MERDEKA BARAT NO.12 - JAKARTA

ABSTRAKSI

Perkembangan Arsitektur di Eropa dan Dunia Internasional dari akhir Abad ke-18 (Neo-Klasik dan Ekletik) dan selama Abad ke-19 (Modernisme) merupakan suatu pergerakan yang signifikan dalam bidang arsitektur barat. Mulai dari kejenuhan akan gaya-gaya klasik, pada masa-masa sebelumnya arsitektur dianggap hanya suatu bentuk dari seni dan perasaan. Namun pada masa itulah terjadi suatu revolusi yang dikenal dengan revolusi industri yang terjadi di Inggris yang memulai dunia dengan era baru yaitu era pabrikasi. Perkembangan politik di Eropa berdasarkan Konvensi Wina (1815) membentuk banyak negara kerajaan baru di sana.

Para arsitek memberi peluang untuk membangun: Istana, Gereja, Perlemen, Museum, Universitas, Perpustakaan, Gedung Konser, Gedung opera, “green House”, yang kebanyakan diciptakan oleh para arsitek yang cenderung menerapkan gaya Klasikisme mesikipun secara konstruksi menerapkan bahan bangunan hasil industri. Arsitektur eropa pada abad itu bersifat Ekletik dengan banyak bangunan elitnya yang terjebak dalam gaya dari masa lalu atau disebut Neo-Klasikisme.

Arsitektur pada era Neo-Klasik tersebar di berbagai benua dengan ciri khas dari masing masing negara induk (bangsa Eropa yang sedang berdaulat). Di Indonesia, arsitektur gaya ini dibawa oleh pemerintah Hindia-Belanda yang ketika itu berkuasa. Bangsa Belanda pun merasa berkepentingan untuk membuat bangunan-bangunan sebagai fasilitas penunjang kegiatan mereka selama di Indonesia. Jadi arsitektur klasik maupun neo-klasik yang diterapkan pada bangunan tersebut adalah masih mengikuti gaya arsitektur atau langgam yang sedang berlaku di Negara asal mereka. Gaya arsitektur ini biasanya banyak diterapkan pada bangunan yang bersifat pemerintahan hal ini dikarenakan pada masa mereka mulai menguasai dan memonopoli perdagangan di Indonesia tentu mereka juga ingin memiliki kekuasaan atas kewilayahan Indonesia untuk itu mereka merasa perlu untuk membuat suatu pemerintahan sebagai landasan yang kuat untuk menguasai suatu wilayah. Namun seiring dengan proses adaptasi dari interaksi dengan masyarakat pribumi, maka makin beragam bangunan yang dibuat dengan fungsi yang berbeda-beda pula. Ciri-ciri gaya arsitektur klasik yang dominan di indonesia biasanya bergaya Yunani hingga Romawi dengan ciri-ciri antara lain bagian depan bangunan memiliki pilar-pilar silindris yang berukuran cukup besar, secara umum memiliki atap tidak terlalu curam , jendela berukuran besar, memiliki tympanum pada bagian Entablature, biasanya bangunan berwarna putih untuk memberi kesan megah pada bangunan, walaupun selama pendudukan Belanda juga berkembang gaya arsitektur klasik lainnya seperti kristen awal, byzantium, art nouveau, renaissance dan sebagainya.

Dalam kasus ini penulis akan lebih khusus membahas tentang fasade gedung Museum Nasional - Jakarta (1778) yang sangat dominan dipengaruhi gaya arsitektur Neo-Klasik Eropa

Tagged: Penulisan Ilmiahteknik arsitekturuniversitas gunadarmamuseum nasionalfaisalfaisal fahnoorneo klasikfasadepenerapan arsitekturx. furuhitoyunaniBataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen

17th September 2011

Post with 1 note

The “S” House Concept

Bhayu Aji, Hasan Nuri, dan Faisal Fahnoor, ketiganya mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur UG angkatan 2004 – berhasil keluar sebagai juara 1 lomba desain rumah tinggal di lahan terbatas pada UG FIESTA 2008 lalu yang diikuti oleh beberapa pergruan tinggi di jakarta, dalam mendesai rumah tinggal tersebut mereka memakai konsep “s” Apakah itu??

Bagi bhayu, hasan, dan faisal, rumah tinggal dengan lahan terbatas tak mengghalangi mereka untuk berkreativitas. hal itu justru dijadikan mereka tantangan. bagaimana bisa membuat rumah yang nyaman dan bisa memenuhi kebutuhan pengghuni.

Konsep “S”

Dalam mendesain, ketiganya lalu menggunakan konsep “S”. yaitu sustainable building yaitu bangunan yang berkesinambungan sehingga bangunan bisa berkembang sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. selain itu ada juga speed, yaitu bangunan yang diprediksi progresnya lebih cepat sehingga dibangunya pun lebih cepat sehingga di bangunya pun tidak banyak mempunyai lengkungan yang akan banyak menyita waktu pekerjaan. “S” berikutnya adalah yang disebut Solar Reduction yaitu menggunakan pencahayaan dari iklim tropis yang panas. atapnya pun dibuat tidak membuat panas tapi juga tidak membuang energy. “sehingga rumah tersebut tidak banyak menggunakan cahaya buatan” kata faisal. ada juga yang disebut Space yaitu memaksimalkan ruangan yang ada sehingga tak ada ruang yang tak dimanfaatkan. “sekalipun itu letaknya dibawah tangga” kata bhayu. Splite Level adalah “S” berikutnya yaitu perbedaan tinggi lantai, yang memberikan batas dan ruang, tanpa adanya sekat yang akan mengesankan rumah lebih sempit. karena lahan tersebut terletak di huk, maka ketiganya sudah memperhitungkan garis sepadan bangunan, garis sepadan jalan dan garis sepadan sungai. begitu juga koefisien dasar bangunanyang dalam ketentuan tersebut tak boleh lebih dari 60%. menurut mereka, desain tersebut mereka kerjakan dalam 5hari kerja secara shift.

Hadiah yang mereka terima dari panitia menurut mereka akan mereka pakai sebagai tambahan modal. “karena kita akan serius dibidang ini” kata faisal tegas.

Regards

Tagged: S HouseUG FiestaArchitecturalHousefaisal fahnoorcommando digi-archbhayu ajiehasan nuriarsitektur gunadarma

17th September 2011

Post

PUSAT RISET DAN INFORMASI KELAUTAN, NUSA DUA – BALI

Abstraksi

Lautan yang memisahkan kepulauan-kepulauan yang ada di Indonesia telah menghasilkan budaya bangsa Indonesia, Bali merupakan pulau yang memiliki budaya dan keindahan alam yang terkenal ke seluruh penjuru dunia, kebudayaan dan kekayaan alam yang eksotis merupakan asset yang berharga bagi bangsa Indonesia yang tiada dua nya.

Kerusakan alam yang terjadi adalah ancaman pulau Bali dimasa mendatang. Namun saat ini kondisi alam Bali terutama lautnya sangat memperihatinkan. Dan untuk mengakomodir segala kegiatan tentang riset kelautan dan informasi, maka dibutuhkan sarana yang mendukung, yaitu “Pusat Riset dan Informasi Kelautan, Nusa Dua – Bali”.

Click this link to show my Final Assessment Animation Video : http://www.youtube.com/watch?v=L5qOd800_yo

Tagged: skripsi teknik arsitekturuniversitas gunadarmnafakultas teknik sipil dan perencanaanpusat risetinformasi kelautannusa duabalifaisal fahnoorpusat riset dan informasi kelautan